Apartemen dan Transportasi berkonsep TOD sebagai Solusi Kemacetan Kota
Tanggal Posting : Jumat, 29 Sepember 2017 | 10:03 WIB
Pengirim : elogistik | rumahproperti123 - Dibaca : 69 Kali

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan bahwa Transit Oriented Development (TOD) adalah solusi bagi masalah transportasi. Selain itu TOD dapat pula memberikan suatu ruang untuk memberikan pendapatan dan meningkatkan visibilitas dari proyek-proyek transportasi seperti MRT dan LRT. Konsep TOD sangat memberikan penyelesaian masalah-masalah teknis dan finansial. Dengan TOD ini masyarakat Jakarta dapat menikmatinya dalam 3-5 tahun mendatang karena ada suatu intensitas tertentu yang membuat masyarakat tidak terlalu banyak dalam berlalu lintas.

Menhub menambahkan dalam pengembangan TOD harus melibatkan berbagai pihak yang ahli dalam bidangnya. Menurut hemat saya kita tidak bisa sendiri. MRT dan LRT bisa sebagai master development tetapi karena keterbatasan kompetensi, keterbatasan keahlian, saya minta kepada MRT dan LRT untuk memberikan kesempatan kepada pihak yang lebih kompeten, pihak yg lebih punya keahlian untuk mengelola TOD. Dana yang dimiliki pemerintah tidak terlalu banyak dalam membangun suatu konektivitas massal baik dalam kota maupun luar kota. Oleh karena kerjasama pemerintah swasta menjadi suatu alternatif. Kita ingin kekuatan pemerintah dibagi dengan swasta dan proyek-proyek kereta api menjadi lebih terlihat. Kita ingin mengundang swasta dalam negeri dan luar negeri sehingga dana-dan yang pemerintah miliki dapat kita sebar ke kota-kota lain di seluruh Indonesia, sehingga kita bisa membuat transfomasi transportasi itu menjadi lebih baik.

Menhub mengakui pengembagan TOD yang dilakukan ini agak terlambat, sehingga banyak fungsi-fungsiTOD yang dibiarkan begitu saja. Kita harus instrospeksi bahwa saat ini fungsi-fungsi TOD belum dijalankan dengan baik. Kita ambil contoh palmerah yang penuh potensi seperti bisnis dan pengurangan pergerakan manusia, tapi apa, kita tidak melakukan apa-apa di sana. Oleh karena aktualisasinya harus dilakukan dengan baik. DKI harus kerja keras memberikan insentif yang luar biasa kepada pengembang sehingga mereka mampu mengembangkan daerah-daerah TOD menjadi suatu daerah-daerah yang sangat produktif yang juga memangkas pergerakan masyarakat dari daerah sehingga bisa tinggal di pusat kota.


Lebih lanjut untuk pengembang TOD, Menhub berpesan harus ada subsidi silang bagi kalangan menengah ke bawah mengingat pengguna commuter kebanyakan dari masyarakat tersebut. Ada persentase tertentu untuk menengah ke bawah. Tetapi harus juga ada untuk yang komersial agar mereka ada keuntungan. Kalau kita suruh mereka untuk menengah bawah semua, mereka tidak bisa menerimanya. Tapi memang harus ada law enforcement untuk TOD seperti tidak boleh dijual lagi, harus dilihat siapa yang membeli sehingga tidak terjadi pergeseran fungsi kepemilikan.


Sementara itu Duta besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik mengatakan TOD di Inggris dipergunakan untuk mempermudah dan membuat nyaman hidup masyarakat perkotaan. "TOD dibangun untuk gaya hidup terpadu di Inggris agar bisa menawarkan ke masyarakat gaya hidup yang lebih nyaman di pusat kota. TOD mencampur perumahan, perkantoran dan transportasi untuk mempermudah gaya hidup di kota-kota. Dalam acara Focus Group Discussion (FGD) ini Moazzam memboyong 12 perusahaan Inggris yang ahli dalam bidang TOD. "Kami siap membagi pengalaman kami, misalnya dengan King Croos Station, Birmingham Stastion dan ada beberapa perusahaan yang sudah berbisnis di indonesia yang dapat mendukung usaha Menhub memperluas transportasi umum di indonesia. Karena memiliki kepentingan yang sangat besar bagi Indonesia.


Turut hadir dalam FGD ini Ketua MASKA Hermanto Dwiatmoko, perwakilan BUMN dan pengembang. Menjadi pembicara dalam FGD ini Danang Parikesit (Dewan Pembina MASKA), Wiliam Sabandar (Dirut MRT Jakarta), Budi Harto (Dirut Adhi karya) dan Satya Heragandhi (Dirut PT Jakarta Propertindo) serta presentasi dari prusahaan pengembang asal Inggris. Tujuan diselenggarakannya FGD ini adalah bekerjasama dan berbagi pengalaman dengan negara yang sudah memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan TOD seperti Inggris.


Apartemen dengan konsep TOD saat ini telah dikembangkan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui Divisi TOD & Hotel di empat proyek yaitu Apartemen Royal Sentul Park, , Apartemen Gateway Park, Apartemen Eastern Green, dan Apartemen Urban Signature Ciracas Jakarta Timur. Apartemen of LRT City Urban Siganture dikembangkan di atas lahan seluas total 11,5 hektare (ha) yang juga bekerja sama dengan PPD. Proyek ini akan dibangun total 8 menara apartemen dengan menara atau tower pertama (tower 1) sebanyak 1179 unit, pusat perbelanjaan atau mal tiga lantai dan parkir 3 lantai.


Menurut SPV Marketing di Apartemen Urban Signature Ciracas Ricky Thong, Sejak diperkenalkan ke pasar lewat pemilihan nomor urut pemesanan (NUP) pada Agustus 2017 lalu, tower 1 yang memiliki 1179 unit telah terjualsekitar 70 persen. Minat konsumen terhadap tower 1 ini cukup bagus. Kami yakin seluruh unit akan habis terjual akhir tahun ini. Untuk pembangunan tahap pertama akan diselesaikan di tahun 2020. Menyoal pilihan unit, Ricky menyatakan, apartemen LRT City Urban Signature Ciracas ditawarkan dengan tiga tipe pilihan, studio seluas 24,5 meter persegi (m2), tipe satu kamar seluas 36,75 m2 dan tipe dua kamar dengan luas 49 m2.


Saat ini harga NUP Urban Signature jual di tower pertama berada di angka Rp 17,600.000. Harga tersebut, telah mengalami kenaikan Rp 1.500.000 sejak pertama kali ditawarkan kepada konsumen. Artinya Capital gain yang terjadi di Urban Signature sangat bagus dan menjanjikan dan bahkan kami belum genap 2 bulan sejak diluncurkan. Update per 29 September 2017 NUP Apartemen Urban Signature telah mencapai 348 unit dan saat nanti sudah mencapai NUP ke 350 unit harga akan naik kembali, yang artinya capital gain untuk apartemen ini sangatlah tinggi dan bagus,
Hubungi segera konsultan marketing Urban signature atau hubungi kami langsung dengan Ricky Thong di 081280979777 atau website kai di www.rumahproperti123.com

 

 

Baca Juga


Visitors
Hubungi Kami

Ricky Thong

Konsultan Marketing Properti
Investasi Properti - Adhi Karya Tbk ( In House)

Marketing Gallery , Jl. Pengantin Ali (Simpang jalan Asem) No. 88

Ciracas, Jakarta Timur

Email : ricky.rumahproperti123@gmail.com

telp 0812 80 979 777 (SIMPATI)

        0815 141 831 77 (INDOSAT)

Tips Properti
Senin, 16 Oktober 2017 | 12:01 WIB
 
Kamis, 5 Oktober 2017 | 13:15 WIB
 
Jumat, 29 Sepember 2017 | 10:03 WIB
 
Sabtu, 11 Juni 2016 | 13:43 WIB
 
Kamis, 9 Juni 2016 | 14:57 WIB