Profesi Arsitek Tidak Menjamin Kekayayaan
Tanggal Posting : Senin, 13 Juni 2016 | 11:56 WIB
Pengirim : rumahproperti123 - Dibaca : 669 Kali

Bisnis properti yang semakin berkembang membuat banyak orang menginginkan terjun ke dalamnya. Namun berawal dari itu semua, profesi arsitek juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Arsitek menciptakan properti berkualitas sehingga bisa ditawarkan dengan harga yang menawan. Profesi arsitek kerap digandrungi.

Nominal besar yang didapat pasca pengerjaan suatu proyek membuat profesi ini menjadi salah satu profesi yang semakin diminati. Sayangnya kenyataan yang dialami oleh para arsitek tidaklah senyaman yang terlihat mata dan terdengar di telinga. Bahkan, profesi ini ternyata tak juga bisa menjamin hadirnya kekayaan secara maksimal.

Menurut Heru Mudito Prasetyo selaku Principal HMP Architects, bayaran untuk profesi arsitek di Indonesia masih tergolong kecil. Jam kerja yang lama justru tidak sebanding dengan bayaran yang diterima. Hal tersebut boleh dibilang berbeda dengan profesi arsitek di luar negeri. Di luar negeri mungkin bayarannya wah, tapi tidak untuk di sini (Indonesia). Tapi itu memang harus dilalui. Awalnya, semua arsitek besar juga dibayar dengan bayaran kecil.

Heru menambahkan, semua tahapan menuju kemakmuran financial harus dimulai dari awal. Arsitek muda yang dinilai Heru sering mengeluhkan tantangan dewasa ini, diharapkan bisa memiliki konsistensi selama bergelut di bidang arsitektur. Lulusan arsitektur yang semakin banyak membuat para arsitek muda harus lebih kreatif dalam menciptakan ide-ide baru. Membuat rumah tinggal misalnya, dinilainya bisa menjadi modal untuk menambah portofolio dan pundi-pundi finansial.

Para arsitek yang baru mulai berada di dunia arsitektur diharapkan dapat melewati tahapan-tahapan yang bisa membawanya menjadi lebih professional. Setidaknya, bekerja di biro arsitektur yang suda mapan selama tiga tahun, bisa menjadi batu loncatan yang baik. Pasca itu, membuka biro arsitektur pribadi dapat menjadi loncatan selanjutnya. Hal ini bisa dapat dengan mudah dilakukan terutama ketika mereka sudah memilik relasi yang cukup luas.

Biasanya, arsitek yang sudah mapan usianya sekitar 30 tahun ke atas. Bahkan bisa lebih dari 40 tahun. Jadi memang untuk jadi arsitek itu tidak bisa singkat. Kalau mau jadi konglomerat jangan jadi arsitek, tapi kalau mau hidup enak, arsitek bisa.

Sumber: Rumahku.com dan Detik.com

 

Baca Juga


Visitors
Hubungi Kami

Ricky Thong

Konsultan Marketing Properti
Investasi Properti - Adhi Karya Tbk ( In House)

Marketing Gallery , Jl. Pengantin Ali (Simpang jalan Asem) No. 88

Ciracas, Jakarta Timur

Email : ricky.rumahproperti123@gmail.com

telp 0812 80 979 777 (SIMPATI)

        0815 141 831 77 (INDOSAT)

Tips Properti
Rabu, 6 Desember 2017 | 10:28 WIB
 
Senin, 16 Oktober 2017 | 12:01 WIB
 
Kamis, 5 Oktober 2017 | 13:15 WIB
 
Jumat, 29 Sepember 2017 | 10:03 WIB
 
Sabtu, 11 Juni 2016 | 13:43 WIB