Pengembang LRT dan MRT diharapkan bangun hunian berkonsep TOD
Tanggal Posting : Sabtu, 2 Desember 2017 | 11:00 WIB
Pengirim : krjogjacom |rumahproperti123 - Dibaca : 62 Kali

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong mendorong agar pengembang Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT) termasuk operator KRL Jabodetabek PT KCJ untuk mengembngkan konsep hunian Transit Oriented Development (TOD) pada lingkungan sekitar stasiun. Tujuannya untuk mempermudah mobilitas masyarakat.

Konsep TOD sudah dikembangkan di negara maju untuk mengkreasi titik-titik dari terminal dan sebagainya guna dijadikan satu tempat bermanfaat untuk fungsi produktifitas, intensifitas dari ruang itu. ‎Di sisi lain TOD bisa memberikan solusi bagi berkurangnya pergerakan dari titik satu tempat ke tempat lain dan juga memberikan manfaat komersial tempat tinggal masyarakat. Saya meminta kepada management PT MRT Jakarta untuk melakukan kajian dan disain engineering pembangunan TOD di sekitar Fatmawati dan di sekitar stasiun MRT lainnya. Supaya orang bisa tinggal di situ, sehingga cukup jalan kaki menuju stasiun agar tak menambah macet di jalan raya.

Menurut Menhub, selain untuk mempermudah mobilitas masyarakat dengan tinggal tak jauh dari prasarana transportasi umum, pembangunan TOD juga diharapkan bisa membantu pengembang transportasi memperoleh bisnis tambahan agar tak hanya mengandalkan penjualan tiket saja sebagai revenue. Untuk mendukung rencana ini, diharpkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memberikan kelonggaran izin pembangunan gedung-gedung tinggi atau Floor Area Ratio (FAR) di kawasan TOD.

Ketua Masyarakat Perkeretaapian (Maska) Hermanto Dwiatmoko menjelaskan, TOD ini dalam lima tahun ke depan akan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat di Jabodetabek. Untuk itu pengembangan TOD harus dilakukan secara terencana dengan baik. Salah satu yang diupayakan adalah bekerjasama dengan berbagai negara yang sudah memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan TOD ini, seperti Inggris."Ini harus ada percepatan yang dilakukan sehingga seperti Dukuh Atas, Fatmawati bisa difungsikan dengan cara yang baik. Inggris negara yang tahu persis penanganan TOD.

Hermanto juga mengatakan bahwa pembangunan TOD dan perwujudan integrasi antarmoda dapat dilaksanakan secara paralel, sehingga tidak ada duluan atau setelahnya. Karena jika direncanakan secara bersamaan akan lebih baik.

Ditempat terpisah SPV Marketing Apartemen LRT Urban Signature Ciracas PT. ADHI KARYA (Persero) Tbk, divisi TOD ini telah mengembangkan hunian vertikal yang Exclusive, Strategis dan Prestigius dikawasan TOD (Transit Oriented Development) dan dekat dengan CBD TB Simatupang, yang sedang dikembangkan. Urban Signature LRT City Ciracas adalah Kawasan SUPERBLOK Baru yang memiliki konsep green-smart-living, luas kawasan ± 11,5 Ha. Dengan mengadaptasi tata ruang campuran (Mixed use) dan memaksimalkan angkutan massal LRT serta dilengkapi jaringan pejalan kaki, sepeda dan terintegrasi langsung dengan Stasiun LRT, terintegrasi juga dengan MRT, Skytrain, Feeder Busway, yang terhubung dengan konsep TOD seluruh JABODETABEK. Untuk Status kepemilikan adalah Sertifikat Strata Title diatas HGB Murni.

Pengembangan kawasan transit oriented development ( TOD) dalam beberapa waktu ke depan diperkirakan bakal menjadi primadona. Kemudahan akses transportasi menjadi penawaran paling menarik, khususnya bagi mereka yang bekerja di kota besar.

Konsultasikan kebutuhan investasi properti anda, kami yakin ini menjadi solusi investasi terbaik dan menjadi solusi kemacetan di Jakarta selama ini.



Baca Juga


Visitors
Hubungi Kami

Ricky Thong

Konsultan Marketing Properti
Investasi Properti - Adhi Karya Tbk ( In House)

Marketing Gallery , Jl. Pengantin Ali (Simpang jalan Asem) No. 88

Ciracas, Jakarta Timur

Email : ricky.rumahproperti123@gmail.com

telp 0812 80 979 777 (SIMPATI)

        0815 141 831 77 (INDOSAT)

Tips Properti
Rabu, 6 Desember 2017 | 10:28 WIB
 
Senin, 16 Oktober 2017 | 12:01 WIB
 
Kamis, 5 Oktober 2017 | 13:15 WIB
 
Jumat, 29 Sepember 2017 | 10:03 WIB
 
Sabtu, 11 Juni 2016 | 13:43 WIB