Investasi Properti Rumah Menjadi Mudah, dengan DP KPR Rumah Pertama Turun Jadi 15 Persen
Tanggal Posting : Jumat, 2 Sepember 2016 | 18:34 WIB
Pengirim : rumahproperti123 - Dibaca : 657 Kali

Investasi Properti rumah menjadi mudah

Bank Indonesia (BI) kembali melakukan pelonggaran dengan menurunkan rasio Loan to Value (LTV) Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Dengan pelonggaran ini, BI menurunkan rasio down payment (DP) alias uang muka KPR bagi rumah pertama dari 20 persen menjadi 15 persen.

BI juga melonggarkan DP KPR rumah kedua dan rumah ketiga dengan rasio DP masing-masing 20 persen dan 20 persen. Sebelumnya rasio DP untuk KPR rumah kedua dan ketiga sebesar 30 persen dan 40 persen. Penyempurnaan ketentuan dilakukan melalui penerbitan ketentuan baru, yaitu PBI No. 18/16/PBI/2016 tentang Rasio Loan to Value untuk kredit properti. PBI ini berlaku sejak dikeluarkannya peraturan tersebut tanggal 29 Agustus 2016.

Menurut Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Filianingsih Hendarta, Dulu beli KPR pertama itu LTV 80 persen DP 20 persen, rumah kedua 30 persen, dan rumah ketiga 40 persen. Dengan ketentuan sekarang yang harus disediakan 15 persen rumah pertama, rumah kedua 20 persen, dan rumah ketiga 25 persen.

Langkah BI melonggarkan LTV KPR rumah untuk menggenjot penjualan properti yang hingga semester I-2016 masih melambat. Di sisi lain, angka kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) di kredit rumah masih rendah di bawah rata-rata industri sebesar 2,7 persen hingga semester I-2016.

Perkembangan properti residensial melambat penjualannya dan kami lihat secara year on year (yoy) pertumbuhan harga baik kecil dan menengah dan besar dia sama, melambat. NPL KPR 2,7 persen di bawah rata-rata industri dan real estate sebesar 1,96 persen. Jadi kami mendorong mempertimbangkan risiko kredit yang melekat.

Selain itu, pelonggaran LTV bagi KPR dilakukan untuk menggairahkan industri lainnya dengan memberikan multiplier effect. Dengan pertumbuhan properti yang tinggi akan berimbas pada meningkatnya nasabah asuransi, perbankan, hingga jasa notaris. Kami melihat ini masih prospek bagus untuk didorong. Karena KPR juga memiliki multiplier effect yang besar. Industri akan ikut berjalan, asuransi, notaris, perbankan, komunikasi, jasa kreatif semua berjalan.

Sumber : DetikFinance

 

Baca Juga


Visitors
Hubungi Kami

Ricky Thong

Konsultan Marketing Properti
Investasi Properti - Adhi Karya Tbk ( In House)

Marketing Gallery , Jl. Pengantin Ali (Simpang jalan Asem) No. 88

Ciracas, Jakarta Timur

Email : ricky.rumahproperti123@gmail.com

telp 0812 80 979 777 (SIMPATI)

        0815 141 831 77 (INDOSAT)

Tips Properti
Sabtu, 11 Juni 2016 | 13:43 WIB
 
Kamis, 9 Juni 2016 | 14:57 WIB
 
Kamis, 22 Januari 2015 | 14:52 WIB
 
Kamis, 25 Desember 2014 | 10:43 WIB
 
Rabu, 24 Desember 2014 | 07:14 WIB