Investasi Apartemen lebihmenguntungkan dibanding Deposito? ini Hitungannya
Tanggal Posting : Kamis, 26 Oktober 2017 | 11:24 WIB
Pengirim : kompas.com | rumahproperti123 - Dibaca : 69 Kali

Dalam merencanakan keuangan, apalagi untuk jangka panjang, orang-orang seringkali memilih investasi. Di Indonesia, jenis atau bentuk investasi bisa bermacam-macam, antara lain tabungan, saham, asuransi, dan reksadana. Selain itu, terdapat juga investasi berupa deposito dan properti. Dari kedua jenis investasi ini, menurut Corporate Secretary PT Integrated Marketing Services (IMS) Group Muljadi Suhardi, sektor properti, khususnya apartemen, yang paling menjanjikan sebagai instrumen investasi.

Menurut Muljadi, Dulu orang memilih deposito karena menganggap properti tidak aman. Mereka takut saat disewakan, apartemen malah rusak dan pemilik harus bayar perbaikainya. Zaman sekarang, pemilik bisa mengecek apakah barang-barang dan kondisi apartemen sesuai saat pertama kali diterima oleh penyewa. Ia mengatakan, bahkan ada pemilik yang memfoto perabotan mulai dari furnitur sampai handel pintu untuk memastikan kondisi apartemen tersebut. Sekarang juga saat penyewa bayar, ada biaya deposit kerusakan. Kalau tidak ada yang rusak, uang itu dikembalikan.
Nilai properti terus naik

Masih menurut Muljadi, menurut perhitungannya, nilai investasi apartemen juga lebih tinggi dibandingkan deposito. Ia mencontohkan nilai investasi apartemen dan deposito masing-masing Rp 400 juta. Jika deposito Rp 400 juta ditambah bunga satu tahun 8 persen atau Rp 32 juta, total yang didapat dalam setahun adalah Rp 432 juta.Maka, bila dihitung selama 15 tahun, yaitu 15 dikali 8 persen bunga kemudian dikali Rp 400 juta, akan didapat Rp 480 juta. Deposito, tidak dihitung biaya admin dan pajak. Selain itu, suku bunga deposito biasanya turun. Hal ini berbanding terbalik dengan apartemen. Muljadi menuturkan, kenaikan bahan bangunan dan tanah per tahunnya saja sudah 20 persen. Dalam 15 tahun, kenaikan bisa mencapai 300 persen. Maka, keuntungan apartemen dari sisi kenaikan bahan bangunan dan tanah, akan senilai Rp 1,2 miliar.

Dapat disimpulkan, nilai deposito tahun ke 15 tetap Rp 400 juta, sementara nilai properti Rp 1,2 miliar. Kalau disewakan, lebih untung lagi. Berdasarkan perhitungan Muljadi, nilai sewa bisa naik Rp 5 juta per tahun. Sementara jika nilai sewa adalah 40 persen dari nilai beli, maka total pendapatan dari menyewakan apartemen selama 15 tahun adalah Rp 1,125 miliar.

Dengan catatan, Muljadi menambahkan, serah terima apartemen rata-rata 24 bulan. Pada masa pembangunan, artinya apartemen tidak dapat disewakan. Dengan demikian, kerugian nilai selama pembangunan di tahun pertama dan kedua adalah Rp 85 juta. Kemudian, dikurangi dekorasi dan interior rata-rata Rp 50 juta. Tahun ketiga, pada enam bulan pertama biasanya belum bisa disewakan karena pemasangan interior dan mencari penyewa. Maka, total kerugian Rp 25 juta.

Ada pun total kerugian dari nilai sewa yang seharusnya bisa didapatkan, tambah dia, adalah Rp 160 juta. Tambahan lainnya, adalah penggantian interior setiap lima tahun sesuai dengan harga bahan bangunan yang naik 100 persen. Artinya, interior pada tahun ke delapan adalah Rp 100 juta. Muljadi melanjutkan, enam bulan berikutnya apartemen tidak dapat disewakan karena renovasi dan mencari penyewa baru. Sehingga, kerugian dari nilai sewa tahun ketiga, mencapai Rp 37,5 juta. Maka, total kerugian dari penggantian interior dan nilai sewa adalah Rp 137,5 juta.

Muljadi menambahkan, pada tahun ke 13, harus renovasi lagi, kerugian mencapai Rp 50 juta. Dengan asumsi, interior juga naik menjadi Rp 200 juta. Oleh sebab itu, menurut dia, total kerugian dari tahun pertama hingga tahun ke-15, sejumlah Rp 497,5 juta. Dari keuntungan senilai Rp 1,125 miliar, dikurangi kerugian Rp 497,5 juta, maka keuntungan bersih menjadi Rp 627,5 juta.

PT. ADHI KARYA (Persero) Tbk, divisi TOD ini telah mengembangkan hunian vertikal yang Exclusive, Strategis dan Prestigius dikawasan TOD (Transit Oriented Development) dan dekat dengan CBD TB Simatupang, yang sedang dikembangkan. Urban Signature LRT City Ciracas adalah Kawasan SUPERBLOK Baru yang memiliki konsep green-smart-living, luas kawasan ± 11,5 Ha. Dengan mengadaptasi tata ruang campuran (Mixed use) dan memaksimalkan angkutan massal LRT serta dilengkapi jaringan pejalan kaki, sepeda dan terintegrasi langsung dengan Stasiun LRT, terintegrasi juga dengan MRT, Skytrain, Feeder Busway, yang terhubung dengan konsep TOD seluruh JABODETABEK. Untuk Status kepemilikan adalah Sertifikat Strata Title diatas HGB Murni.

Pengembangan kawasan transit oriented development ( TOD) dalam beberapa waktu ke depan diperkirakan bakal menjadi primadona. Kemudahan akses transportasi menjadi penawaran paling menarik, khususnya bagi mereka yang bekerja di kota besar. Apartemen dengan konsep TOD saat ini telah dikembangkan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui Divisi TOD & Hotel di empat proyek yaitu Apartemen Royal Sentul Park, , Apartemen Gateway Park, Apartemen Eastern Green, dan Apartemen Urban Signature Ciracas Jakarta Timur. Apartemen of LRT City Urban Siganture dikembangkan di atas lahan seluas total 11,5 hektare (ha) yang juga bekerja sama dengan PPD. Proyek ini akan dibangun total 8 menara apartemen dengan menara atau tower pertama (tower 1) sebanyak 1179 unit, pusat perbelanjaan atau mal tiga lantai dan parkir 3 lantai.




Baca Juga


Visitors
Hubungi Kami

Ricky Thong

Konsultan Marketing Properti
Investasi Properti - Adhi Karya Tbk ( In House)

Marketing Gallery , Jl. Pengantin Ali (Simpang jalan Asem) No. 88

Ciracas, Jakarta Timur

Email : ricky.rumahproperti123@gmail.com

telp 0812 80 979 777 (SIMPATI)

        0815 141 831 77 (INDOSAT)

Berita Properti
Jumat, 24 November 2017 | 10:34 WIB
 
Rabu, 22 November 2017 | 09:15 WIB
 
Kamis, 16 November 2017 | 11:13 WIB
 
Selasa, 14 November 2017 | 16:13 WIB
 
Senin, 30 Oktober 2017 | 11:48 WIB
 
Tips Properti
Senin, 16 Oktober 2017 | 12:01 WIB
 
Kamis, 5 Oktober 2017 | 13:15 WIB
 
Jumat, 29 Sepember 2017 | 10:03 WIB
 
Sabtu, 11 Juni 2016 | 13:43 WIB
 
Kamis, 9 Juni 2016 | 14:57 WIB