Apartemen LRT City dengan konsep TOD PT. Adhi Karya (Persero) Tbk, Ciptakan Peradaban Baru
Tanggal Posting : Jumat, 22 Sepember 2017 | 09:35 WIB
Pengirim : JakartaMRT | Rumahproperti123 - Dibaca : 75 Kali

Berbicara tentang problem terbesar masyarakat Jakarta saat ini, semua akan sepakat bahwa kemacetan menjadi masalah serius dan terus menumpuk yang sulit teruraikan. Secara ekonomi, kerugian yang ditimbulkan akibat kemacetan di Jakarta mencapai Rp28,1 triliun per tahun. Selain kerugian ekonomi, kemacetan juga menimbulkan efek domino yang cukup serius. Salah satunya dampak psikologis.


Rata-rata masyarakat Jakarta memerlukan waktu sekitar lima jam di jalan raya setiap harinya. Stres serta gangguan kesehatan, akan menghantui warga Jakarta yang dari Senin hingga Jumat bahkan hari libur harus mengalami kemacetan. Padahal Jakarta ibarat magnet yang menjadi tujuan kaum sub urban yang selama ini tinggal di sekitarnya, namun memiliki aktivitas harian di ibu kota. Menurut BPTJ tahun 2016, jumlah kendaraan dari Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi ke DKI Jakarta mencapai 1,4 juta/hari. 423.000 (31%) unit dari Tangerang, 426.000 (32%) unit dari Bogor dan 571.000 unit (38%) dari Bekasi.


Demi menyiasati permasalahan klasik ini, Pemerintah telah mengambil langkah strategis dengan membangun sistem transportasi masal, baik itu commuter line, bus Transjakarta, hingga LRT dan MRT yang diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang. Tujuannya tak lain untuk mengurai kemacetan yang sangat merugikan, baik secara nilai ekonomi maupun fisik dan mental.

Pembangunan sistem transportasi masal seperti LRT, diharapkan akan mampu mengubah kehidupan masyarakat Jakarta dimana yang selama ini menggunakan sarana transportasi pribadi, beralih menggunakan sarana transportasi umum. Layaknya sebuah kota megapolitan, Jakarta memerlukan kawasan yang dikembangkan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) sebagai solusi akan kondisi kemacetan yang ada. Dengan adanya kawasan TOD, masyarakat akan diuntungkan, baik untuk hunian maupun komersial, yang terintegrasi dalam satu kawasan dengan sistem transportasi massal. Konsep TOD sendiri adalah sebuah konsep penataan kota yang dinilai paling tepat untuk solusi jangka panjang masyarakat Jakarta.


Dengan mengedepankan unsur Connect, Compact, Transit, Mix, Shift, Walk, Densify dan Cycle, kawasan TOD akan menjadi solusi baru bagi masyarakat yang tidak hanya memberikan kenyamanan bertempat tinggal, namun lebih dari itu, kawasan ini akan menjadi peradaban baru dalam kehidupan masyarakat kaum urban di Jakarta.  Sejalan dengan kebutuhan masyarakat kaum sub urban terhadap kawasan hunian masa depan, Pengembang BUMN Ambil Andil adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk, melalui Departemen TOD dan Hotel, mengembangkan kawasan dengan konsep Transit Oriented Development dengan nama LRT City.

Proyek ini dibangun dengan pendekatan pengembangan kota yang bersifat kompak, mengadopsi tata campuran (mixed use), serta maksimalisasi penggunaan angkutan masal LRT dengan dilengkapi jaringan prasarana pejalan kaki dan sepeda.

GM Departemen TOD dan Hotel, PT Adhi Karya (Persero) Tbk Amrozi Hamidi mengatakan pengembangan superblok ini merupakan upaya perseroan dalam memberikan ruang baru untuk hidup yang lebih berkualitas. Kami memiliki beberapa lahan yang berlokasi di titik nol kilometer stasiun LRT Jabodebek, dan itu yang kami kembangkan untuk menjadi kawasan hunian dan komersial. Ini merupakan solusi yang kami tawarkan kepada masyarakat agar terbebas dari kemacetan yang semakin parah.

Apartemen dengan konsep TOD saat ini dikembangkan di empat proyek yaitu Apartemen Royal Sentul Park, , Apartemen Gateway Park, Apartemen Eastern Green, dan Apartemen Urban Signature Ciracas Jakarta Timur. Apartemen of LRT City Urban Siganture dikembangkan di atas lahan seluas total 11,5 hektare (ha) yang juga bekerja sama dengan PPD. Proyek ini akan dibangun total 8 menara apartemen dengan menara tau tower pertama (tower 1) sebanyak 1179 unit, pusat perbelanjaan atau mal tiga lantai dan parkir 3 lantai.

Menurut SPV Marketing di Apartemen Urban Signature Ciracas Ricky Thong, Sejak diperkenalkan ke pasar lewat pemilihan nomor urut pemesanan (NUP) pada Agustus 2017 lalu, tower 1 yang memiliki 1179 unit telah terjualsekitar 70 persen. Minat konsumen terhadap tower 1 ini cukup bagus. Kami yakin seluruh unit akan habis terjual akhir tahun ini. Untuk pembangunan tahap pertama akan diselesaikan di tahun 2020. Menyoal pilihan unit, Ricky menyatakan, apartemen LRT City Urban Signature Ciracas ditawarkan dengan tiga tipe pilihan, studio seluas 24,5 meter persegi (m2), tipe satu kamar seluas 36,75 m2 dan tipe dua kamar dengan luas 49 m2.

Saat ini harga NUP Urban Signature jual di tower pertama berada di angka Rp 17,600.000. Harga tersebut, telah mengalami kenaikan Rp 1.500.000 sejak pertama kali ditawarkan kepada konsumen. Artinya Capital gain yang terjadi di Urban Signature sangat bagus dan menjanjikan dan bahkan kami belum genap 2 bulan sejak diluncurkan. Serta update per 22 September 2017 NUP Apartemen Urban Signature telah mencapai 323 unit dan target 400 unit sampai Oktober depan akan tercapai.

Hubungi konsultan marketing Urban signature atau hubungin kamilangsung dengan Ricky Thong di 081280979777 atau website kai di www.rumahproperti123.com

 

Baca Juga


Visitors
Hubungi Kami

Ricky Thong

Konsultan Marketing Properti
Investasi Properti - Adhi Karya Tbk ( In House)

Marketing Gallery , Jl. Pengantin Ali (Simpang jalan Asem) No. 88

Ciracas, Jakarta Timur

Email : ricky.rumahproperti123@gmail.com

telp 0812 80 979 777 (SIMPATI)

        0815 141 831 77 (INDOSAT)

Tips Properti
Senin, 16 Oktober 2017 | 12:01 WIB
 
Kamis, 5 Oktober 2017 | 13:15 WIB
 
Jumat, 29 Sepember 2017 | 10:03 WIB
 
Sabtu, 11 Juni 2016 | 13:43 WIB
 
Kamis, 9 Juni 2016 | 14:57 WIB